Menggunakan Legacy Database dalam Django

Pada kesempatan sebelumnya saya sudah membahas tentang seluk beluk Django sebagai perkenalan untuk proses belajar di Sinau Development dan buku yang saya sedang kerjakan Panduan Memulai Belajar Django. Materi tersebut masih belum berlanjut dikarenakan beberapa hambatan terutama masalah waktu. Kita akan coba untuk melompat materi mengenai Database untuk Django.

Dalam Django, kita bisa melakukan perancangan database dengan menggunakan models object atau pun langsung. Apa yang akan saya bahas kali ini adalah point kedua, dimana kita akan menggunakan existing database sebagai models untuk nantinya django bertransaksi data. Tentunya kita harus membuat django project terlebih dahulu:

Bila sudah terbuat project maka akan seperti berikut:

Kita akan memakai default database scheme dari Django itu sendiri, tapi bisa juga menggunakan database yang lain. Agar lebih memudahkan dalam tulisan kali ini, maka akan menggunakan default database scheme dari django dan menambahkan beberapa table tambahan. Masuk kedalam direktori lalu lakukan migrasi database:

Maka akan menampilkan hasil seperti berikut:

Dengan sendiri tercipta sebuah berkas database yang menggunakan SQLite3

Saya menggunakan DB Browser for SQLite [http://sqlitebrowser.org/] untuk manage database SQLite3. Dan bila kita membuka database yang sudah terbuat maka struktur database nya akan terlihat seperti berikut:

Default Database Scheme Django
Default Database Scheme Django

Sebagai contoh table, kita tambahkan table dengan Query ataupun dengan import SQL file bila ada seperti berikut:

Jangan lupa disave yak. Write Changes( ctrl + s )

Ok, bila sudah berhasil maka akan muncul 1 table baru. Oh iya kalau database nya berbeda, harus diatur terlebih dahulu di file settings.py bagian:

Mulai membuat models database kita dengan menggunakan fitur inspectdb di django:

Nah, kalau ga ada error, nanti akan terbuat file baru bernama models.py di direktori latihan dengan isi sebagai berikut:

Karena id merupakan primary_key, maka kita perlu merubahnya menjadi:

Model yang kita inginkan sudah terbuat. Kita akan coba pakai model tersebut untuk menampilkan data dari database, sebelumnya tambahkan beberapa data dummy di table latihan yang sudah terbuat.

Buat sebuah file baru bernama views.py didirektori yang sama dengan models.py:

Kita perlu membuat templates terlebih dahulu, buat direktori templates dengan file index.html seperti berikut:

Tahap selanjutnya kita buat url routing di urls.py agar views dan models yang kita buat bisa dipanggil lewat URL yang diinginkan. Ubah file urls.py menjadi seperti berikut:

Daftarkan Latihan sebagai installed app didalam settings.py:

Bila semua sudah selesai, jalankan django webserver:

Tadaaaaa, models dari legacy database kita sudah berhasil terbuat:

 

Mungkin itu saja yang bisa saya bahas pada tulisan kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Koreksi bila ada kesalahan 🙂

Aan Wahyu

Aan Wahyu

Hanya seorang penyuka Wayang( Terutama Wayang Golek) dan penggiat Open Source serta penikmat dan pembuat puisi. Saat ini memakai distro Arch Linux sebagai OS yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Founder dari Sinau Development. Tertarik dengan Research Development dan Non-Profit Organization yang bersifat Open Source dan juga sebagai kontributor di RumahVOIP serta Indonesian Research and Development Center( RNDC ) dan aktif juga diforum Open Source lainnya.
Aan Wahyu