My Ordinary Writing Story

Bagi sebagian orang menulis adalah hal yang biasa dilakukan untuk mungkin sekedar mengisi waktu luang atau memang ada tujuan tertentu. Bisa jadi juga sebagai dokumentasi atau sekedar catatan pribadi untuk diulas lain waktu disaat membutuhkan. Bagi saya, tulisan adalah media yang paling cocok untuk mengutarakan apa yang saya pikirkan dan apa yang ingin saya bagikan. Hanya dengan tulisan saya merasa bebas untuk mengutarakan perasaan, pemikiran ataupun hal lain.

Saya mulai senang menulis saat memiliki blog yang menggunakan blogspot, karena pada zaman itu blogspot memang sangat gencar dan menjadi tren untuk sarana menulis. Walau kebanyakan artikel yang saya muat adalah saduran dari blog lain karena pada saat itu lebih mementingkan ‘yang penting ada artikel’. Saya pun mencoba untuk menulis sebuah artikel dengan gaya dan kata yang saya buat sendiri tanpa ada saduran dari blog lain. Dari situ mulailah memberanikan diri untuk membuat PDF pertama kali saya yang membahas tentang ‘XSS Persistent and non-persistent‘. Senang bukan main saat PDF tersebut sudah selesai, karena pada waktu itu XSS masih belum terlalu tenar seperti sekarang.

Setiap ada waktu luang dan ada ide selalu saya tuangkan pada blog usang tersebut. Walau tak tahu berapa banyak pembaca tapi itu bukan hal yang penting. Yang terpenting adalah artikel tersebut selesai dan saya bisa melatih kemampuan menulis juga menjelaskan. Sampai pada akhirnya saya tak pernah perbarui artikel pada blog tersebut. Banyak faktor memang, salah satunya adalah waktu yang terpakai untuk mengerjakan hal lain. Untuk sesekali saya hanya mencatat apa yang sudah saya kerjakan dan apa yang akan saya tulis dalam berkas teks yang berserakan.

Waktu terus berlalu tapi tak jua ada kesempatan untuk menulis di blog usang tersebut. Oh iya, tak hanya tutorial saja yang saya tulis, saya pun menulis puisi hanya sekedar untuk mengutarakan perasaan yang tak dapat terucap. Puisi pertama yang saya buat berjudul ‘Kau’, puisi yang sangat sederhana, hanya berbekal beberapa diksi lama untuk mengungkapkan apa yang tersirat. Saat itu saya hanya diajari satu hal oleh seorang guru dikala belajar puisi ‘Pejamkan mata kamu dan anggap kalau kamu menjadi objek itu dan deskripsikan semuanya‘.  Terciptalah puisi tersebut. Puisi tentang dia, dia yang hanya bisa menjadi pujaan.

Sejak itu, diary atau buku sudah menjadi teman dikala ingin berkata namun tak dapat berucap. Ya, hanya dengan puisi kamu bisa melakukan itu. Apapun kata yang dirasa menarik akan selalu tertulis dalam buku setelahnya. Saya pun iseng membuat berkas teks yang berisi tentang kutipan-kutipan yang pernah saya buat. Saya menamai berkas tersebut ‘My Quote’, beberapa orang saja yang sudah pernah membaca berkas tersebut. Berkas tersebut terbuat atas dasar ketertarikan dengan filosofi dan pemikiran tentang apa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kutipan sebagai berikut

Ideku adalah senjata terhebat yang kumiliki
Rasa ingin tahu adalah modal terbesar yang kumiliki
Ideku adalah musuh terbesar bagimu

Mungkin aku tak berotot sepertimu tapi aku berotak tak sepertimu

Jasad ku boleh tiada, namun filosofi ku akan selalu ada hingga dunia ini tiada
~a~

Puisi, sesuatu hal yang selalu saya kagumi sampai saat ini. Dimana didalamnya terdapat dusta agar terlihat indah. Setiap puisi yang saya buat murni berasal dari apa yang saya alami, entah itu perasaan ataupun kejadian. Karena, seperti kata seseorang “Yang membedakan perkataan seseorang adalah jiwa dalam sebuah kata tersebut” . Puisi yang saya buat tak terlalu menarik mungkin, karena diksi yang cenderung kaku dan tak berima. Tapi bukan itu tujuan yang saya inginkan, saya hanya ingin pembaca merasakan apa yang saya rasakan saat menciptakan puisi tersebut, ikut larut dalam situasi yang saya buat. Bukan untuk dikasihani, hanya ingin membuat sebuah situasi baru untuk pembaca agar ia lebih mengerti. Beberapa puisi yang telah dibuat bisa dilihat pada http://github.com/aancw/MyPoetry

Petruknisme.com menjadi wadah baru bagi saya untuk menulis tutorial, catatan ataupun sekedar coretan. Saya mencoba untuk konsisten dalam terus menulis materi pada blog tersebut disela-sela kesibukan yang ada. Bersyukur saya dikelilingi oleh para penulis yang memang sudah berpengalaman dalam menulis ataupun literatur. Semua tak luput dari bantuan orang-orang sekitar yang turut membantu dalam belajar. Selain menulis pada blog pribadi, saya pun mendirikan sebuah komunitas bernama ‘Sinau Development’. Dimana saya dirikan dengan tujuan belajar bersama terkait development dalam bidang komputer baik itu software ataupun hardware.

Alhamdulillah saat ini Sinau Development ( https://sinaudev.org ) sudah berjalan beberapa bulan dan ada beberapa materi yang disumbangkan oleh kontributor. Saya hanya ingin membuatkan sebuah wadah belajar bersama, harapan nya bisa menjadikan belajar secara interaktif. Ya walaupun sekarang baru sekedar berupa materi dalam blog dan diskusi melalui grup telegram ( telegram.me/sinaudev ) . Bagi kamu yang bersedia menyumbangkan tulisan nya, bisa gabung bersama kami di grup telegram. Dengan senang hati akan kami sambut.

Bagi kamu yang membaca tulisan ini dan berniat untuk mencoba menulis, menulislah. Jangan takut, menulis tak seseram yang dibayangkan. Apapun yang ada dalam pikiran, tuangkanlah menjadi tulisan yang mungkin bisa bermanfaat bagi yang lain. Jangan sungkan untuk bertanya atau sekedar menyapa saya di telegram ( telegram.me/aancw )

Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan. Semoga bermanfaat.

Aan Wahyu

Aan Wahyu

Hanya seorang penyuka Wayang( Terutama Wayang Golek) dan penggiat Open Source serta penikmat dan pembuat puisi. Saat ini memakai distro Arch Linux sebagai OS yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Founder dari Sinau Development. Tertarik dengan Research Development dan Non-Profit Organization yang bersifat Open Source dan juga sebagai kontributor di RumahVOIP serta Indonesian Research and Development Center( RNDC ) dan aktif juga diforum Open Source lainnya.
Aan Wahyu
  • Pertama kali buat blog (FC2) senangnya bukan main, ini itu diketik, walau kebanyakan hal yang tidak berguna bagi orang lain, sampai sekarang masih tetap, walau kebanyakan dalam bentuk draft di memori.

    Mungkin aku tak berotot sepertimu tapi aku berotak tak sepertimu

    Demm, kasar sangat pak.

    P.s.
    Tautan ‘Mengenal git’ di https://sinaudev.org/unduhan mengarah ke localhost.

    • Wah kalau boleh tau blog nya apa nih?

      Saya memang suka sarkasme. Saya sudah menulis 300+ baris untuk file MyQuote yang berisi sarkasme, prinsip dan filosofi. Sayangnya 1-2 tahun terakhir ini tidak saya catat. Hanya saya jadikan puisi.

      Iya untuk halaman unduhan masih belum diunggah filenya. Akan saya unggah.

      Oh iya, Salam kenal.

      • Blog FC2 (dulu) sudah dihapus, sekarang pakai ropiri.name (baru, penggunaan bahasa gado-gado).

        Ahahaha. Saya sendiri lebih sering mengarang cerita (dalam kepala) daripada membuat puisi… Bahkan belum pernah membuatnya.

        Tautan kategori keamanan juga bermasalah pak.

        Ah, salam juga.

        • Blognya udah index di google ya pas saya cari dengan kata kunci ‘sinaudev’ (?)

          Terkadang saya melakukan hal yang sama. Karena, saya punya dunia sendiri yang orang lain bahkan tak perduli. Saya belajar menuangkan sesuatu dengan tulisan. Kamu harus mencobanya. Itu asyik!

          Nanti saya coba perbaiki.

          Salam ropiri. Nama yang sudah saya sebutkan di telegram~

          • Ya, saya bahkan tidak tahu laman saya telah terindex di google.

            Semua orang punya dunianya sendiri, tapi saya yakin, dunia akan saling terhubung, meskipun tidak diketahui kapan waktunya. Mungkin akan saya coba lain kali.

          • Sepertinya penyebab https/SSL jadi indexing google lebih diprioritaskan. Ah saya pun ikutan untuk https dengan Let’s Encrypt 😀

            Jangan sungkan untuk bergabung.

          • Ahaha, maklum TLS dari CloudFlare. Enak pak pakai Let’s Encrypt, gara-gara otomatisasi <(").

            Bukan sungkan, jantung saya belum siap pak.

          • Saya pun barusan pakai Let’s Encrypt dari penyedia hosting. Cuman, theme dari blog ini bermasalah ketika migrasi url. Alhasil tadi berantakan *duh

            Ini pun masih bermasalah dan perlu dianalisa masalahnya.

            Kita disana belajar bersama kok 😀

          • Ganti url jadi relative uri aja pak, waktu pertama pakai juga sama, apalagi kalau masalah beda protokol, hancur aset (untung ada page rule).

            Ya pak, saia ikut kalau begitu.